InJourney Destination Management (IDM) atau PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko melakukan renovasi rumah warga di Sleman. Renovasi Rumah Sleman ini diwujudkan melalui peresmian bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni milik Ny. Kroniah (70).

Peresmian bantuan rehabilitasi rumah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat tanggung jawab sosial dan lingkungan di kawasan sekitar candi. Langkah ini menegaskan perhatian terhadap kualitas hunian warga yang berada di wilayah yang memiliki nilai warisan budaya tinggi.
Peresmian Bantuan Rehabilitasi Rumah
Aksi semacam ini umumnya dilakukan untuk memastikan warga yang membutuhkan mendapatkan akses terhadap hunian yang layak, terutama di kawasan yang sering menjadi perhatian publik karena nilai sejarah dan pariwisatanya. Meski skala dan rincian teknis rehabilitasi tidak dijabarkan secara rinci, peresmian menandai tahap penyerahan bantuan secara resmi kepada penerima.
Profil Penerima dan Lingkungan
Rumah yang direhabilitasi milik Ny. Kroniah, yang berusia 70 tahun. Kondisi rumah tersebut sebelumnya dikategorikan tidak layak huni, sehingga bantuan rehabilitasi menjadi langkah penting untuk memperbaiki kualitas hunian lansia tersebut. Perbaikan rumah di lingkungan seperti ini juga berpotensi memberi dampak psikologis yang positif bagi penghuni karena meningkatnya rasa aman dan kesejahteraan.
Lingkungan sekitar candi menempatkan perhatian khusus pada keseimbangan antara pelestarian situs budaya dan kesejahteraan masyarakat setempat. Intervensi terhadap kondisi hunian warga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan tersebut dengan tetap memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.
Renovasi Rumah Sleman sebagai Bukti Komitmen TJSL
Kegiatan rehabilitasi rumah yang dilakukan oleh InJourney ini disebut sebagai wujud komitmen nyata di bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Komitmen semacam ini dianggap penting untuk memperkuat hubungan antara pengelola kawasan wisata bersejarah dan komunitas lokal yang tinggal di sekitarnya.
Dengan melakukan revitalisasi hunian, perusahaan menegaskan peran serta yang bersifat proaktif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Meski perhatian publik sering terfokus pada aspek pelestarian situs, inisiatif TJSL menempatkan kesejahteraan warga sebagai bagian integral dari pengelolaan kawasan cagar budaya dan destinasi wisata.
Harapan dan Implikasi Jangka Panjang
Peresmian rehabilitasi rumah bagi Ny. Kroniah diharapkan menjadi contoh konkret bagaimana program sosial dapat menyentuh kebutuhan dasar warga terdampak. Perbaikan hunian dapat meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat serta memberi dorongan bagi lingkungan sekitar untuk turut memperhatikan kondisi sosial.
Ke depan, langkah-langkah serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan dengan tetap mempertimbangkan prinsip-prinsip keberlanjutan dan sensitif terhadap konteks budaya di sekitar candi. Kegiatan TJSL yang berkelanjutan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik, tetapi juga membangun hubungan saling percaya antara pengelola kawasan dan masyarakat lokal.
Meskipun rincian program, skala intervensi, dan rencana tindak lanjut tidak dirinci secara lengkap, peresmian bantuan rehabilitasi rumah ini menjadi penanda kepedulian yang nyata. Fokus pada perbaikan rumah warga rentan, terutama lansia, menonjolkan aspek kemanusiaan dari program tanggung jawab sosial yang dijalankan di wilayah tersebut.





