Candi Pari berdiri kokoh di Desa Candi Pari, Sidoarjo, dan dikenal sebagai salah satu warisan yang terkait dengan kerajaan Majapahit. Keberadaannya menarik perhatian karena dianggap sarat sejarah oleh warga setempat dan pengunjung yang datang.

Di tengah harapan warga agar Candi Pari menjadi destinasi wisata unggulan, perhatian terhadap pelestarian dan pemanfaatan situs ini menjadi topik penting bagi masyarakat setempat. Harapan tersebut tercermin dari keinginan agar candi ini lebih dikenal luas tanpa mengorbankan nilai sejarahnya.
Candi Pari: Letak dan makna sejarah
Lokasi Candi Pari yang berada di Desa Candi Pari, Sidoarjo menempatkan situs ini dalam konteks kawasan yang memiliki jejak budaya lama. Disebut sebagai warisan Majapahit, candi ini dipandang oleh banyak pihak sebagai bagian dari peninggalan sejarah yang penting di wilayah tersebut.
Kata-kata “sarat sejarah” yang melekat pada Candi Pari menggambarkan persepsi bahwa situs ini menyimpan nilai-nilai historis yang patut dijaga. Pengakuan tersebut menjadi alasan mengapa kehidupan sosial dan kebudayaan setempat kerap terkait dengan keberadaan candi.
Harapan warga terhadap Candi Pari
Warga setempat menyampaikan harapan agar Candi Pari dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan. Harapan ini tidak hanya tentang peningkatan kunjungan, tetapi juga tentang pengakuan terhadap nilai sejarah dan peran candi dalam identitas komunitas lokal.
Harapan warga menunjukkan adanya keinginan supaya keberadaan Candi Pari memberi manfaat yang lebih luas, misalnya melalui kegiatan kebudayaan, pendidikan sejarah, atau kunjungan yang terorganisir. Namun, fokus utama tetap pada pelestarian agar nilai-nilai sejarah tetap terjaga.
Baca juga: Astra Perkuat Desa Sejahtera Bugisan sebagai Destinasi Wisata Candi Plaosan Berbasis Budaya
Peran masyarakat lokal dan kelangsungan situs
Keberlanjutan Candi Pari sebagai situs bersejarah sangat bergantung pada peran serta masyarakat lokal. Warga yang berharap candi ini menjadi unggulan menunjukkan kepedulian yang dapat menjadi modal penting dalam upaya melindungi dan merawat situs.
Peran masyarakat dapat muncul dalam berbagai bentuk dukungan terhadap pemeliharaan, penyampaian pengetahuan lokal, dan keterlibatan dalam kegiatan yang menghormati nilai sejarah Candi Pari. Partisipasi semacam ini penting untuk menjamin agar situs tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Potensi pariwisata dan tantangan pelestarian
Potensi Candi Pari sebagai destinasi wisata unggulan dilihat dari minat warga yang ingin mengangkatnya ke tingkat yang lebih dikenal. Pengembangan pariwisata yang seimbang dapat membantu memperkenalkan situs sambil menjaga nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.
Saat yang sama, upaya meningkatkan daya tarik kunjungan perlu diselaraskan dengan kebutuhan pelestarian. Tantangan utama yang kerap muncul pada situs bersejarah adalah bagaimana mengelola kunjungan tanpa mengurangi keaslian dan integritas situs itu sendiri. Diskusi mengenai langkah yang tepat menjadi bagian dari perbincangan di tingkat komunitas.
Langkah ke depan yang diinginkan warga
Warga berharap agar perhatian terhadap Candi Pari tidak hanya bersifat sesaat, melainkan menjadi proses yang berkelanjutan. Harapan tersebut mencakup adanya pengakuan yang lebih jelas terhadap nilai sejarah, serta upaya menjaga dan merawat situs agar tetap lestari.
Keterlibatan berbagai pihak, terutama masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan situs, dipandang penting untuk menjadikan Candi Pari sebagai bagian dari perjalanan kebudayaan yang tetap hidup. Harapan warga mencerminkan keinginan agar Candi Pari dapat berpadu antara fungsi sebagai warisan sejarah dan potensi sebagai destinasi wisata tanpa menghilangkan nilai historisnya.




