Beranda / Rumah & Dekorasi / Mahasiswa Trisakti Ubah Limbah popok Jadi Paving Blok di Sukabumi

Mahasiswa Trisakti Ubah Limbah popok Jadi Paving Blok di Sukabumi

limbah popok - ilustrasi berita Mahasiswa Trisakti Ubah Limbah popok Jadi Paving Blok di Sukabumi
0 0
Read Time:2 Minute, 53 Second

Limbah popok yang selama ini menjadi persoalan lingkungan di Desa Ciambar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kini mendapatkan solusi alternatif. Sebuah kelompok mahasiswa melakukan pengolahan limbah popok bekas menjadi paving blok yang dapat dimanfaatkan warga setempat.

limbah popok - ilustrasi berita Mahasiswa Trisakti Ubah Limbah popok Jadi Paving Blok di Sukabumi

Inovasi tersebut merupakan program unggulan dalam rangkaian Kuliah Usaha Mandiri Ilmu Teknologi Terapan (KUM-ITT) 2026 yang dilaksanakan oleh 11 mahasiswa Universitas Trisakti. Kegiatan ini berlangsung pada 4-13 Juli 2026 di Desa Ciambar dan dibimbing langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Nurhayati, S.E., M.E.

Pengolahan Limbah Popok Menjadi Paving Blok

Program yang diinisiasi mahasiswa itu berfokus pada pemanfaatan limbah popok sekali pakai sebagai bahan baku alternatif untuk pembuatan paving blok. Langkah ini hadir sebagai upaya mengatasi akumulasi sampah popok yang dianggap menimbulkan masalah lingkungan di wilayah tersebut.

Meskipun detail teknis pengolahan tidak diuraikan secara lengkap, kegiatan ini menekankan pada transformasi limbah yang sebelumnya sulit terurai menjadi produk konstruksi sederhana yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Pendekatan seperti ini diharapkan membuka peluang untuk penggunaan kembali material yang selama ini menjadi beban lingkungan.

Rangkaian Kegiatan KUM-ITT 2026

Kegiatan KUM-ITT 2026 yang melibatkan 11 mahasiswa berlangsung selama sepuluh hari, yakni 4-13 Juli 2026. Dalam periode tersebut, mahasiswa menjalankan rangkaian program yang menyertakan penelitian lapangan, percobaan pengolahan bahan, serta koordinasi dengan pihak desa setempat.

Program Kuliah Usaha Mandiri Ilmu Teknologi Terapan bertujuan menggabungkan pembelajaran akademik dengan praktik kewirausahaan dan penerapan teknologi tepat guna. Di Desa Ciambar, agenda ini mengambil bentuk inovasi pengolahan limbah menjadi produk bernilai guna bagi warga.

Peran Mahasiswa dan Pendampingan Dosen

Keseluruhan program dilakukan oleh tim mahasiswa Universitas Trisakti di bawah pengawasan Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Nurhayati, S.E., M.E. Peran pendampingan dosen menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan berjalan sistematis dan sesuai dengan tujuan pembelajaran serta kebermanfaatan bagi masyarakat.

Interaksi antara mahasiswa dan warga setempat juga menjadi bagian dari proses, di mana keberlanjutan program bergantung pada penerimaan dan keterlibatan masyarakat. Pendampingan akademis memungkinkan penyusunan kegiatan yang mempertimbangkan aspek teknis dan sosial di lapangan.

Manfaat bagi Warga Desa Ciambar

Pembuatan paving blok dari limbah popok diharapkan memberi manfaat langsung bagi warga setempat, antara lain sebagai alternatif material untuk penataan lingkungan permukiman atau akses jalan kecil. Selain itu, inisiatif ini juga diharapkan dapat mengurangi volume sampah popok yang selama ini menjadi tantangan pengelolaan sampah di desa.

Program semacam ini juga membuka wacana tentang pengelolaan sampah berbasis komunitas dan bagaimana solusi teknologi terapan dapat membantu menyelesaikan persoalan lingkungan secara lokal. Bagi warga Desa Ciambar, keberadaan produk paving blok hasil pengolahan limbah popok memberikan contoh konkret pemanfaatan kembali material yang sebelumnya dianggap limbah.

Peluang dan Tantangan ke Depan

Inisiatif pengolahan limbah popok menjadi paving blok merupakan langkah awal yang menunjukkan potensi kolaborasi antara kampus dan komunitas. Namun, keberlanjutan program ini memerlukan perhatian terhadap aspek kualitas produk, keselamatan lingkungan, serta penerimaan masyarakat dalam jangka panjang.

Untuk melangkah lebih jauh, diperlukan evaluasi lebih mendalam terkait standar teknis paving blok, efektivitas pengolahan, serta skala produksi yang layak. Pendampingan akademis dan keterlibatan pihak berwenang di tingkat desa akan menjadi faktor penting dalam mengembangkan usaha berbasis inovasi ini.

Dengan demikian, program KUM-ITT 2026 yang menghadirkan pengolahan limbah popok menjadi paving blok membuka peluang tersendiri bagi Desa Ciambar untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus menerapkan teknologi yang memberi manfaat praktis bagi masyarakat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Arsip

Pos-pos Terbaru

Kategori

Partner Site