Bhumi Pednekar mengakui bahwa bahasa Bundelkhandi adalah bahasa paling menantang yang pernah ia pelajari untuk keperluan layar. Pengakuan ini disampaikannya saat berkegiatan promosi untuk film terbarunya, ‘Mere Husband Ki Biwi’.

Aktris itu mengatakan ia senang mencoba berbagai bahasa dalam peran-perannya, namun Bundelkhandi menuntut latihan intensif selama berbulan-bulan agar pengucapan dan nuansa dialog terlihat alami di depan kamera.
Bahasa Bundelkhandi: Pengalaman Bhumi
Dalam wawancara eksklusif, Bhumi menyebutkan bahwa ia memang gemar menggarap peran yang memerlukan penguasaan dialek atau bahasa daerah, tetapi pengalaman menguasai bahasa Bundelkhandi untuk film sebelumnya terasa paling menantang. Ia menegaskan proses pembelajaran yang panjang menjadi bagian penting agar performanya kredibel.
Latihan panjang untuk Sonchiriya
Bhumi Pednekar tampil menggunakan Bundelkhandi dalam drama tahun 2019 berjudul ‘Sonchiriya’. Ia mengungkap bahwa untuk memadai pengucapan, ritme, dan nuansa dialog, ia menjalani pelatihan selama berbulan-bulan. Upaya itu diperlukan agar dialog yang sepenuhnya menggunakan dialek Bundeli terdengar natural dan konsisten sepanjang film.
Pekerjaan mempelajari dialek bukan sekadar pengucapan kata, tetapi juga memahami intonasi, kosakata lokal, dan ritme berbicara yang khas agar karakter yang diperankan percaya diri dan meyakinkan pemirsa. Bhumi menilai proses ini sebagai tantangan sekaligus pengalaman profesional yang memperkaya kemampuannya.
Tentang film Sonchiriya
‘Sonchiriya’ berlatar belakang kawasan Chambal dan mengangkat kisah sekelompok perampok yang menyebut diri mereka Baaghis atau pemberontak. Film ini menampilkan dialog sepenuhnya dalam dialek Bundeli, sehingga kebutuhan akting yang autentik menjadi salah satu aspek penting produksinya.
Baca juga: Bekah Brunstetter tentang Five-Star Weekend: Perubahan dari Buku, Masukan Jennifer Garner, dan…
Drama bernuansa dacoit western tersebut dibesut oleh Abhishek Chaubey, yang juga terlibat dalam penulisan naskah bersama tim kreatifnya. Film menampilkan jajaran pemeran inti termasuk mendiang Sushant Singh Rajput, Ashutosh Rana, dan Ranvir Shorey.
Produksi film didukung secara bersama oleh Vashu Bhagnani, Jackky Bhagnani, dan Deepshikha Deshmukh di bawah bendera RSVP Movies, bersama dengan MacGuffin Pictures. Keputusan untuk menampilkan dialog dalam satu dialek penuh menjadi ciri khas film ini dan memberikan tantangan tersendiri bagi aktor yang terlibat.
Mere Husband Ki Biwi dan respons penonton
Kembali ke proyek terbaru Bhumi, ‘Mere Husband Ki Biwi’ disutradarai oleh Mudassar Aziz. Film ini menempatkan Bhumi bersama Arjun Kapoor dan Rakul Preet Singh sebagai pemeran utama, dengan dukungan pemeran lain seperti Shakti Kapoor, Anita Raj, Dino Morea, dan Aditya Seal.
Dari sisi teknis, kamera film ditangani oleh Manoj Kumar Khatoi, proses penyuntingan dipimpin oleh Ninad Khanolkar, dan musiknya digarap oleh John Stewart Eduri. Film tersebut dirilis di bioskop pada 21 Februari 2025.
Meski menghadirkan nama-nama besar di jajaran pemeran dan tim produksi, ‘Mere Husband Ki Biwi’ tidak mampu tampil memuaskan di perolehan penonton di bioskop. Film ini mengalami hasil yang kurang baik di box office, berdasarkan pengamatan terhadap respons penonton dan angka penjualan tiket setelah rilis.
Bhumi dan pendekatan terhadap peran
Pengalaman Bhumi dengan bahasa Bundelkhandi menegaskan komitmennya untuk menyelami aspek-aspek yang diperlukan demi kredibilitas peran. Ia mengakui bahwa menguasai dialek lokal merupakan salah satu cara untuk menghadirkan karakter yang utuh, meski menuntut usaha dan waktu yang tidak sedikit.
Baginya, tantangan semacam ini menjadi bagian dari proses kreatif yang membantu perkembangan karier aktingnya. Meskipun tidak semua proyek meraih hasil komersial yang diharapkan, pengalaman profesional seperti belajar dialek Bundelkhandi tetap menjadi nilai tambah dalam portofolio akting Bhumi Pednekar.





