Kemenpar menyatakan fokus pemulihan Pariwisata Desa Sade di Lombok Tengah kini menjadi prioritas setelah aktivitas wisata di desa adat tersebut terganggu. Menteri Pariwisata Widi Yanti Putri Wardhana menargetkan aktivitas pariwisata setempat kembali normal secepat mungkin.

Gangguan itu berdampak luas pada pendapatan masyarakat setempat, dengan estimasi kerugian mencapai 33,84 miliar rupiah. Sebanyak 320 pelaku pariwisata atau 189 kepala keluarga tercatat mengalami dampak ekonomi akibat kejadian tersebut.
Pariwisata Desa Sade dalam Sorotan Publik
Kondisi yang mengganggu aktivitas wisata di Desa Adat Sade bukan hanya soal menurunnya kunjungan, tetapi berimbas langsung pada mata pencaharian warga yang bergantung pada sektor pariwisata. Data yang dirilis menunjukkan jumlah pelaku pariwisata yang terdampak mencapai ratusan orang, sementara estimasi kerugian finansial mencapai puluhan miliar rupiah.
Kerugian sebesar 33,84 miliar rupiah menandai besarnya efek berganda dari gangguan ini terhadap rantai ekonomi lokal, termasuk usaha homestay, pemandu lokal, pedagang cendera mata, dan jasa transportasi yang melayani wisatawan ke desa adat tersebut.
Langkah awal pemulihan
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah pemulihan yang bersifat jangka pendek hingga jangka panjang. Prioritas awal difokuskan pada bantuan kebutuhan dasar untuk masyarakat yang paling terdampak, termasuk upaya menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga dan mendukung kebutuhan pokok keluarga.
Selain bantuan langsung, langkah-langkah darurat dirancang untuk meminimalkan gangguan layanan pariwisata yang masih dapat dioperasikan, sambil memastikan perlindungan bagi pelaku usaha kecil yang bergantung pada kunjungan wisatawan.
Rekonstruksi dan pemulihan jangka panjang
Untuk pemulihan jangka panjang, rencana yang disiapkan mencakup rekonstruksi desa agar fungsi pariwisata kembali pulih dan berkelanjutan. Pemerintah menekankan pentingnya perencanaan yang melibatkan komunitas lokal agar rekonstruksi tidak sekadar memulihkan fisik, tetapi juga memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat adat.
Pemulihan jangka panjang diarahkan untuk mengembalikan akses dan daya tarik desa sebagai destinasi budaya, sekaligus membangun ketahanan ekonomi yang mampu menahan guncangan serupa di masa depan. Langkah ini diharapkan membuka peluang bagi pelaku pariwisata untuk bangkit kembali secara bertahap.
Peran pemerintah daerah dan koordinasi pelaksanaan
Koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci pelaksanaan program pemulihan. Pemerintah daerah di Lombok Tengah diminta mengidentifikasi kebutuhan spesifik komunitas Desa Adat Sade dan menyinergikan bantuan yang datang dari berbagai pihak agar tepat sasaran.
Pelibatan tokoh adat dan perwakilan komunitas juga dinilai penting dalam menentukan prioritas rekomposisi bantuan serta memastikan proses rekonstruksi menghormati kearifan lokal dan adat istiadat setempat.
Sasaran pengembalian aktivitas wisata
Target yang dicanangkan oleh Menteri Pariwisata adalah kembalinya aktivitas pariwisata Desa Sade ke kondisi normal. Pemerintah berharap langkah-langkah yang diambil dapat meredam dampak ekonomi dan sosial yang dirasakan oleh keluarga yang menggantungkan hidup pada sektor pariwisata.
Sementara upaya pemulihan berjalan, monitoring terus dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas bantuan dan program rekonstruksi. Data tentang jumlah pelaku yang terdampak dan estimasi kerugian menjadi acuan dalam menyusun langkah-langkah berikutnya.
Pemulihan pariwisata di Desa Adat Sade menjadi ujian bagi sinergi antarlembaga pemerintahan serta kemampuan komunitas lokal mempertahankan nilai budaya sambil memulihkan mata pencaharian. Pemerintah berkomitmen untuk meneruskan dukungan hingga proses rekonstruksi dan pemulihan sosial-ekonomi dapat terealisasi.





